Skip to main content

Traveler's Passport

Halo travelers!

Selamat datang di Traveler's Passport!

Sesuai dengan namanya, disini saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman travelling saya dan tentu saja beberapa tips yang perlu diperhatikan setiap kali bepergian.


Kenapa travelling? 
Karena belakangan saya melihat kalau topik "travelling" itu lagi booming banget di Indonesia. Banyak majalah, artikel yang membahas mengenai travelling.

Dari sini, saya jadi tertarik untuk ikut membuat blog yang secara khusus membahas tentang travelling.

Apa aja yang bakal dibahas? 
Well, tentu saja semua hal yang berhubungan dengan travel, baik di dalam atau luar negeri.

Jujur sih, pengalaman saya jalan2 di luar negeri mungkin belum seberapa, tapi saya pengen membagikan hal-hal menarik yang pernah saya dapatkan selama bepergian, baik di luar atau di dalam negeri.


Okay, perkenalan singkat mengenai blog ini saya sudahi dulu.

Di tengah kesibukan kuliah, semoga saya tetap bisa terus meng-update blog ini :D


Have a good day, TRAVELERS ! 





Comments

Popular posts from this blog

From Venice with love

Seperti yang sudah saya tulis di pos sebelumnya , di bulan Juni ini saya akan membahas mengenai Italia. Di pos kali ini, saya akan membagikan pengalaman travelling saya di Venice, kota pertama yang saya kunjungi di Italia. Venice, 30 Juni 2012  Untuk sampai ke Venice, saya menggunakan pesawat Ryan Air dengan tujuan Venice Treviso. Dari airport Treviso, saya menggunakan bis airport ke stasiun kereta Mestre , yaitu stasiun kereta utama dimana kalian bisa dengan mudah menemukan kereta ke Venice. Perjalanan dari airport Venice Treviso ke Mestre memakan waktu sekitar 40 - 50 menit dengan harga tiket bis 7 Euro untuk 1 trip. Kalian bisa membeli tiket bis ini langsung di pesawat atau melalui mesin penjual tiket di airport. Sebenarnya, ada bis yang langsung menuju ke Venice, namun berhubung saya harus check-in dulu di Camping Jolly, saya menggunakan bis tujuan Mestre. Mesin penjual tiket bis airport Dari Mestre, saya mencari bis untuk menuju ke Camping Jolly. J...

5 Makanan yang Tidak Boleh Terlewatkan di Vienna

Halo travelers! Setelah puas  berwisata kuliner di Yunani  dan Salzburg ,  sekarang mari kita bergeser sedikit ke kota lain yang juga berada di Austria. Kota ini merupakan ibukota dari Austria dan juga sering disebut sebagai pusat musik klasik di dunia. Seperti Salzburg, kalian dapat melihat kalau kota ini sarat akan karya seni - kalian dapat melihat orang-orang berkostum Mozart menjual tiket konser musik klasik di jalanan - alunan musik klasik di setiap toko souvenir - dan disini pula lah tempat salah satu Hall musik terbaik di dunia - Musikverein. Di kota "klasik" inilah, tempat wisata kuliner kita selanjutnya - VIENNA ! Prepare your stomach, travelers ! 1. Sacher Torte Source : sacher.com Sacher Torte - jawaban pertama yang akan muncul di google ketika kalian mencari mengenai kuliner di Vienna. Sacher Torter merupakan kue coklat khas Vienna yang merupakan kue hasil karya Franz Sacher di tahun 1832. Dari tahun 1832, popularitas Sacher Tort...

Parthenon, kuil para dewa

Ada yang pernah dengar tentang "Parthenon" ? "Parthenon" ini biasanya banyak dibahas di film-film yang berlatar belakang cerita dewa-dewi Yunani, seperti Zeus, Athena, Poseidon dan dewa-dewi lainnya. Hal ini dikarenakan "Parthenon" adalah sebutan untuk kuil para dewa-dewi yang berada di Akropolis, Yunani dan dibangun sebagai penghormatan untuk dewi Athena. Bangunan "Parthenon" ini dibangun pada tahun 447 SM dan selesai pada tahun 438 SM. Hal yang membuatnya menarik adalah detail dari setiap pahatan dan dekorasi yang dianggap memiliki nilai seni yang tinggi - mengingat kalau bangunan ini dibangun di tahun 447 SM. Sayangnya, bangunan ini sempat di bom pada tahun 1687 dan merusak hampir seluruh bangunan. Dikarenakan kerusakan yang cukup parah, ditambah dengan struktur bangunan yang rumit, membuat proses perbaikan dari bangunan ini masih berlangsung hingga sekarang. Dikarenakan sejarahnya yang panjang, Parthenon merupakan salah satu tujuan w...