Skip to main content

Traveler's Passport

Halo travelers!

Selamat datang di Traveler's Passport!

Sesuai dengan namanya, disini saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman travelling saya dan tentu saja beberapa tips yang perlu diperhatikan setiap kali bepergian.


Kenapa travelling? 
Karena belakangan saya melihat kalau topik "travelling" itu lagi booming banget di Indonesia. Banyak majalah, artikel yang membahas mengenai travelling.

Dari sini, saya jadi tertarik untuk ikut membuat blog yang secara khusus membahas tentang travelling.

Apa aja yang bakal dibahas? 
Well, tentu saja semua hal yang berhubungan dengan travel, baik di dalam atau luar negeri.

Jujur sih, pengalaman saya jalan2 di luar negeri mungkin belum seberapa, tapi saya pengen membagikan hal-hal menarik yang pernah saya dapatkan selama bepergian, baik di luar atau di dalam negeri.


Okay, perkenalan singkat mengenai blog ini saya sudahi dulu.

Di tengah kesibukan kuliah, semoga saya tetap bisa terus meng-update blog ini :D


Have a good day, TRAVELERS ! 





Comments

Popular posts from this blog

Hostel Review : Dioskouros Athena

Ini nih, hostel yang pengen banget saya review sejak bertahun-tahun yang lalu. Tapi, apa daya... keinginan hanyalah keinginan dan AKHIRNYA, setelah 4 tahun berlalu akhirnya saya bisa menulis review hostel ini. Dioskouros Hostel  Pittakou 6, Athena 10558, Yunani Penampakan depan Hostel Dioskouros. Photo credit to the owner. Saya menemukan hostel ini dibahas di beberapa blog travelers lainnya ketika mereka berkunjung ke Athena. Dengan dibekali review yang cukup positif dan hasil penemuan saya di google yang menyebutkan 1)  lokasi yang cukup dekat dengan pusat kota, 2) terletak di wilayah yang bisa dibilang aman untuk turis asing dan 3) harganya sesuai dengan budget kantong, akhirnya saya memutuskan untuk book hostel ini selama kunjungan saya ke Athena. Pas hari-H, ternyata kualitas hostel ini sesuai dengan ekspetasi dan review positif yang ditulis para blogger. Tempatnya tidak jauh dengan pusat kota Syntagma dan Plaka (5 menit jalan kaki) dan dekat dengan stas...

The Dark and Shining Berlin

I suuupperrr love the title spun (and also the drama - The Lonely and Shining Goblin). Ha. Di Shorties kali ini, saya ingin menceritakan 1 Day trip ke Berlin, ibukota Jerman. Sebagai fans tim sepakbola Jerman, saya sudah ngefans banget sama Jerman dan mimpi masa SD saya itu mengunjungi Berlin dan melihat Berlin Wall! Saya bingung kenapa saya gak bahas trip ke Berlin ini lebih awal. Well, better late (by 5 years) than never.  Ok, let's go to see that Dark and Shining Berlin.  Di salah satu kawasan Tembok Berlin *** Berlin. Sebagai ibukota sebuah negara maju, tidak aneh banyak hal yang WOW yang saya temukan di Berlin. Tapi, dibalik kemegahannya, saya lebih tertarik melihat sejarah bagaimana perubahan kota ini, yang dulunya sempat terpecah menjadi Berlin Barat dan Timur. Petualangan saya dimulai dari gerbang Brandenburg (bhs Jerman: Brandenburger Tor). Berdasarkan sejarah, gerbang ini dibangun untuk melambangkan kedamaian dan semenjak itu, Uni Eropa menggunakan...

From Venice with love

Seperti yang sudah saya tulis di pos sebelumnya , di bulan Juni ini saya akan membahas mengenai Italia. Di pos kali ini, saya akan membagikan pengalaman travelling saya di Venice, kota pertama yang saya kunjungi di Italia. Venice, 30 Juni 2012  Untuk sampai ke Venice, saya menggunakan pesawat Ryan Air dengan tujuan Venice Treviso. Dari airport Treviso, saya menggunakan bis airport ke stasiun kereta Mestre , yaitu stasiun kereta utama dimana kalian bisa dengan mudah menemukan kereta ke Venice. Perjalanan dari airport Venice Treviso ke Mestre memakan waktu sekitar 40 - 50 menit dengan harga tiket bis 7 Euro untuk 1 trip. Kalian bisa membeli tiket bis ini langsung di pesawat atau melalui mesin penjual tiket di airport. Sebenarnya, ada bis yang langsung menuju ke Venice, namun berhubung saya harus check-in dulu di Camping Jolly, saya menggunakan bis tujuan Mestre. Mesin penjual tiket bis airport Dari Mestre, saya mencari bis untuk menuju ke Camping Jolly. J...