Skip to main content

Parthenon, kuil para dewa


Ada yang pernah dengar tentang "Parthenon" ?

"Parthenon" ini biasanya banyak dibahas di film-film yang berlatar belakang cerita dewa-dewi Yunani, seperti Zeus, Athena, Poseidon dan dewa-dewi lainnya. Hal ini dikarenakan "Parthenon" adalah sebutan untuk kuil para dewa-dewi yang berada di Akropolis, Yunani dan dibangun sebagai penghormatan untuk dewi Athena.

Bangunan "Parthenon" ini dibangun pada tahun 447 SM dan selesai pada tahun 438 SM. Hal yang membuatnya menarik adalah detail dari setiap pahatan dan dekorasi yang dianggap memiliki nilai seni yang tinggi - mengingat kalau bangunan ini dibangun di tahun 447 SM.

Sayangnya, bangunan ini sempat di bom pada tahun 1687 dan merusak hampir seluruh bangunan. Dikarenakan kerusakan yang cukup parah, ditambah dengan struktur bangunan yang rumit, membuat proses perbaikan dari bangunan ini masih berlangsung hingga sekarang.

Dikarenakan sejarahnya yang panjang, Parthenon merupakan salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi di Yunani.



Pertanyaan pertama, Parthenon itu dimana yah? 

Parthenon ini dapat ditemukan di Akropolis Athena, Yunani.

Akropolis Athena sendiri adalah sebuah dataran tinggi yang berada di tengah-tengah kota Yunani.
Parthenon merupakan bangunan yang berada di puncak dari Akropolis Athena ini.

Oleh karena letaknya di puncak Akropolis Athena, kalian perlu mendaki sekitar 15-20 menit - atau bahkan lebih cepat atau lambat - tergantung dari stamina kalian saat menaiki tangga di Akropolis Athena ini. :D

Jalan menuju tempat penjualan tiket Akropolis Athena


Pertanyaan kedua, apa yang menarik dari Parthenon? 

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, Parthenon memiliki sejarah yang sangat panjang dan juga berumur ribuan tahun - dan itulah yang menjadi daya tarik dari Parthenon ini. Selain itu, dikarenakan aksi pemboman di masa lalu, Parthenon dan bangunan lainnya yang juga terletak di akropolis Athena hampir hancur seluruhnya. Tragedi ini yang kemudian mendorong beberapa arsitektur dunia untuk memperbaiki Parthenon ke wujudnya semula.

Parthenon

Di saat inilah, fakta menarik di balik Parthenon terkuak. Struktur arsitektur Parthenon ternyata sangat rumit dan membuat banyak arsitektur-arsitektur dunia perlu berpikir keras untuk merekonstruksi bangunan ini. Saking rumitnya, Parthenon masih belom dapat dibangun kembali seperti sediakala walaupun telah dibantu dengan teknologi modern. Ini merupakan salah satu dari fakta menakjubkan, mengingat Parthenon telah dibangun ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan peralatan-peralatan kuno.

Parthenon - tampak belakang

Oleh karena itu, buat kalian pecinta sejarah Yunani kuno dan juga arsitektur, kalian pasti akan tertarik untuk mengunjungi Parthenon.
Parthenon - tampak samping

Sebagai tambahan, kalian dapat melihat seluruh kota Athena ketika kalian berada di puncak Akropolis Athena.

Pertanyaan ketiga, kalau Akropolis Athena itu apaan yah? 

Akropolis sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti dataran tinggi.
Oleh karena itu, Akropolis Athena berarti dataran tinggi yang berada di Athena.


Akropolis Athena ini merupakan salah satu akropolis yang paling terkenal dikarenakan keberadaan Parthenon di Akropolis Athena dan membuatnya menjadi salah satu situs World Heritage UNESCO.
 Saking terkenalnya, banyak orang beranggapan bahwa Parthenon itu adalah Akropolis, dan Akropolis itu hanya dapat ditemukan di Athena. Padahal pada kenyataannya, banyak akropolis lain yang tersebar di seluruh Yunani.

Di situs Akropolis ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah yang memiliki arti penting untuk Yunani. 
Jadi, Parthenon bukan bangunan satu-satunya yang dapat kalian lihat di Akropolis Athena

Herod Atticus Odean - dari atas

Bangunan lainnya yang menarik adalah Herod Atticus Odeon. Bangunan ini merupakan sebuah teater yang dibangun untuk istri dari Herodes yang meninggal pada tahun 160 Masehi. Gedung teater ini merupakan salah satu gedung teater terbesar yang dapat menampung hingga 5000 orang. Beberapa pertunjukkan teater pun masih sering digelar dan menjadi salah satu atraksi yang menarik untuk ditonton.

Erechthenion

Ada pula bangunan yang berada di sebelah Parthenon, yang bernama Erecthenion. Erechthenion ini dibangun dari tahun 421 - 406 SM sebagai kuil pemujaan dewi Athena.



Selain itu, ada pula Propylaea, Kuil Athena Nike, Brauronion, dan bangunan lainnya - baik yang masih berupa bangunan, atau hanya berupa reruntuhan.



Pertanyaan keempat, jadi kalau kita mau ke Parthenon, kita harus masuk ke Akropolis Athena? 

Ya.
Apabila kalian ingin mengunjungi Parthenon, kalian harus masuk ke Akropolis Athena.
Selain itu, semua bangunan yang disebutkan di pertanyaan sebelumnya, berada di bawah atau sejajar dengan Parthenon. Jadi, kalian dapat melihat semua bangunan itu di Akropolis Athena.


Pertanyaan terakhir, berapa harga tiket masuk Akropolis Athena? Apakah itu hanya dapat digunakan untuk melihat Parthenon? Atau bisa juga digunakan untuk melihat bangunan lainnya? 

Harga tiket masuk Akropolis Athena adalah sebesar 12 Euro.

Tiket ini sudah termasuk untuk melihat semua bangunan di Akropolis Athena.

Pintu masuk ke Akropolis Athena

Jadi, kalian hanya perlu membeli 1 tiket ini saja untuk melihat seluruh bangunan di Akropolis Athena.

Kabar baik untuk kalian yang masih berumur di bawah 18 tahun. 
Kalian tidak perlu membayar tiket masuk – alias gratis – untuk masuk ke dalam Akropolis Athena.

Tidak hanya di akropolis, regulasi ini juga berlaku di semua museum dan situs bersejarah di Eropa. Petugas hanya akan menanyakan kartu identitas, jadi jangan lupa untuk membawa paspor kalian setiap saat. Tidak hanya itu, untuk kalian yang berumur di atas 18 tahun dan merupakan pelajar, kalian hanya perlu membayar 50 persen dari harga tiket normal untuk masuk ke dalam akropolis. 

Tips dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Akropolis Athena

1. Sangat dianjurkan untuk mengunjungi Akropolis Athena di pagi hari, sekitar pukul 9 atau 10 pagi. Hal ini dikarenakan pada jam segitu, matahari masih belum terlalu terik dan belum banyak rombongan tur yang naik ke atas. Jadi, waktu kalian sampai di depan Parthenon, udara masih cukup sejuk dan tidak terlalu ramai oleh rombongan tur.

2. Jangan lupa membawa minum sebelum kalian naik ke atas, karena ketika kalian berada di atas, tidak ada toko yang menjual minuman.

3. Gunakan sepatu yang nyaman karena kalian akan melewati banyak tangga dan juga tanjakan, ditambah lagi jalanan yang tidak selalu rata - ada beberapa jalan yang berbatu.

Jalan menuju Parthenon

4. Jangan lupa untuk membawa kacamata dan topi sebelum naik ke atas karena matahari disana sangat silau + panas menyengat - terutama apabila kalian mengunjungi Akropolis Athena pada tengah hari.

5. Berhati-hatilah saat mendaki Akropolis Athena, terutama di saat hujan karena jalanannya bisa menjadi licin.

6. Jangan lupa untuk membawa kamera! :D

Kota Athena dari atas Akropolis Athena

P.S :
Pada saat kalian sampai di puncak, sisi Parthenon yang langsung kalian lihat merupakan sisi belakanganya. Jadi, kalian harus berjalan lagi ke depan untuk melihat sisi depannya. :)

Untuk informasi lebih lanjut, silakan akses alamat website di bawah sini

Website resmi Akropolis Athena

Informasi mengenai Akropolis Athena

Jalur pendakian Akropolis Athena



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Makanan yang Tidak Boleh Terlewatkan di Vienna

Halo travelers! Setelah puas  berwisata kuliner di Yunani  dan Salzburg ,  sekarang mari kita bergeser sedikit ke kota lain yang juga berada di Austria. Kota ini merupakan ibukota dari Austria dan juga sering disebut sebagai pusat musik klasik di dunia. Seperti Salzburg, kalian dapat melihat kalau kota ini sarat akan karya seni - kalian dapat melihat orang-orang berkostum Mozart menjual tiket konser musik klasik di jalanan - alunan musik klasik di setiap toko souvenir - dan disini pula lah tempat salah satu Hall musik terbaik di dunia - Musikverein. Di kota "klasik" inilah, tempat wisata kuliner kita selanjutnya - VIENNA ! Prepare your stomach, travelers ! 1. Sacher Torte Source : sacher.com Sacher Torte - jawaban pertama yang akan muncul di google ketika kalian mencari mengenai kuliner di Vienna. Sacher Torter merupakan kue coklat khas Vienna yang merupakan kue hasil karya Franz Sacher di tahun 1832. Dari tahun 1832, popularitas Sacher Tort...

Hostel Review : Camping Village Jolly

In June, I am planning to write a lot about my journey to Italy which was . . . exactly a year ago. So, as a starting post, I would like to share a hostel review of Camping Village Jolly . :)  Camping Village Jolly is a backpacker "home" for those travelling to Venice. It is located in the mainland and it takes around 15 minutes long journey from the nearest bus stop to Venice.  Camping Jolly to Venice on google maps The nearest bus stop is 15 minutes away from the Village, but if you are too tired to walk, Camping Village Jolly provides shuttle bus service. You have to check the shuttle schedule once you land your feet in Camping Village Jolly and book it right away - because it is limited! Also, you have to spend your Euro if you want to use the shuttle bus service. I forgot how much it is, but it should cost less than 5 Euros. :)  Note from me: if you take the night shuttle service, the bus stops in Tronchento and you could not go there without using...

Indonesian Virus

This is what a blogger will do whenever she has a very boring day - post random stuffs on her blog. Since it is random, I decided to write another shorties and just like previous posts (see : shorties ), the title is inspired by another K-drama's title (yes, I'm a K-addict) called Beethoven Virus. Despite the randomness - I wish you a pleasant stay while  watching reading the story of Indonesian Virus ala Traveler's Passport! *** August 17th, 2012 Wisma KBRI Berlin  Wisma KBRI Berlin Today, I went to Wisma KBRI Berlin to celebrate the independence day of Indonesia. It was such an amazing day - because it was the first time to be having a national ceremony together with the Ambassador of Indonesia in Germany, Ministers, and also Indonesian citizens who reside in Germany. Plus, if I remembered that the last time I attended a ceremony was in . . . 2008 ? The podium The Paskibra The participants and   The journalists T...